Aku rasa sudah puas untuk seperti anak kecil di usia 18 tahun ini. Harus siap untuk terbang dan melihat indahnya dunia di sisi lain yang belum pernah aku liat bahkan rasakan. Dan ini lah saatnya aku memulai semuanya di umur yang sudah bisa terbilang dewasa. Tanpa bertanya kepada semua orang “apa yang harus aku lakukan” aku harus bisa menghandle semuanya sendiri. Harus bisa mengerti apa yang Allah kasih itu lah yang terbaik walaupun setidak enaknya itu tetep harus inget kalau apa yang terbaik untuk aku, belum tentu baik dimata Allah. aku itu cuma sesuatu yang sangat kecil dimata Allah. Semua yang ada didunia ini hanya titipan yang tugasku hanya menjaga sebaik mungkin. Ga boleh marah kalau suatu saat atau besok Allah mau ngambil apa yang aku sebut ‘bahagia’. Kan ga ada yang abadi. Aku pun tidak berada selamanya disini, pasti akan dipanggil untuk pulang ketempat dimana sebagian umat sudah berada disana.
Yang aku rasakan saat ini adalah sebagian kecil dari perjalanan aku kelak. Termasuk cinta. Cinta hanya pembelajaranku untuk melatih perasaan ini agar bisa menjadi manusia penyayang. Cintaku ke Oma, Opa, dan kalian semua yang ada didunia ini, mungkin ga akan habis untuk aku berikan, sama seperti apa yang selama ini kalian alirkan kepadaku dan dari kalian lah aku bisa merasakan betapa hebat rasa ini.
Tidak ada kata masalah dan musuh di hidupku, karna itu mungkin cara belajar yang baik untuk aku merubah segalanya dihidupku menjadi lebih baik lagi dan lagi. Aku tidak akan pernah mau menyalahkan apapun atau siapapun lagi untuk diriku. Tapi aku akan selalu memberikan banyak kesempatan untuk ribuan masalah dihidupku, aku akan mempunyai sabar lebih banyak lagi dari rasa kesal dan akan selalu memberikan rasa ikhlas untuk apa yang harus aku lepaskan. Hati ini, fikiran ini, dan diri ini bisa merasa bosan, merasa sedih, merasa muak, merasa lelah, merasa sendiri, bahkan hingga merasa bahagia, merasa indah atau apapun, karna itu lah ‘rasa’ yang telah muncul untuk segera berakhir
Ketika aku berada di atas, aku tidak akan pernah lupa untuk terus melihat yang berada dibawah karna aku tidak akan pernah mau buta untuk melihat diatas langit masih ada langit. Atau jika Allah menggilirkan aku untuk berada dibawah, akupun juga akan tetap melihat kebawah karna masih banyak yang jauh lebih sakit dariku dan mereka bisa menyelesaikan tugasnya dengan cara yang sebagaimana baik.
Seseneng ini aku menulis post yang tidak pernah terbayangkan untuk jari ini mengetik. Setelah menulis ini, kalian bisa melihat bagaimana aku yang baru. Bagaimana aku bersahabat dengan tawa bahagia dan bagaimana aku memperlakukan diri ini menjadi manusia yang seharusnya, bukan sepantasnya.
No comments:
Post a Comment