aku pernah bahagia dan tertawa ketika aku berada diatas segalanya. aku pun pernah merasakan berada dibawah hingga terjatuh di lubang yang sangat dalam. sampai hati ini harus bisa menerima dengan rela, otak ini harus bersahabat dengan akal yang tidak pernah lewat terbayang di fikiran, hingga harus memaksa memaksa diri ini untuk siap.
semuanya terbuka, sempit. namun tidak dengan mata ini. mata ini sangat luas untuk memandang disegala sisi. dan dengan mata ini juga aku bisa membuka hati walaupun sekedarnya. tanpa aku sadar, hati ini pun membuka akalku. dan membuat aku berbalik untuk melihat masa lalu. indah adalah hal dimana semua hal dimulai dan ikhlas adalah rasa yang selalu hadir disetiap proses. lalu perih adalah rasa akhir dari segalanya. ending itu kita yang menentukan dengan angka perasaan yang tidak pernah kita tau sebelumnya.
air mata hanya sekedar penyedap dari perasaan yang sedang kita rasakan saat itu. tertawa pun hanya keharusan untuk menghapus air mata, kemudian bahagia dengan apa yang sudah kita rasakan setelahnya.
bukan hidup yang kejam. tapi diri ini yang tidak bisa mendidik rasa menjadi abadi.
No comments:
Post a Comment