Wednesday, August 28, 2013

saya belajar dari mereka.



Entah kenapa saya sangat suka bersosialisasi. Inikah cara saya bersyukur? Saya tidak pernah mengerti dan mengaitkan itu. Kebanggaan saya hanya ada dua hal. Bukan bisa membeli barang mahal dengan hasil sendiri, atau pergi ke tempat elit untuk ngebeer atau semacamnya. Tapi, saya bangga, ketika mendapat satu kursi di pertemuan dengan para wakil rakyat. Bukan karna ‘siapa Opa saya’ tapi karna saya mendapat  kesempatan untuk mewakili remaja Indonesia dan berdiri di hadapan puluhan anak yang putus sekolah atau orang tua yang tidak mementingkan pendidikan. Saya bukan orang hebat, saya juga bukan anak yang sangat baik. Namun saya selalu berusaha untuk itu.


Saya selalu berdiri disamping Opa saya ketika kita berpijar di gedung DPR atau tempat penting dinegara ini. Dan disitu pula status saya berubah. Bukan saya cucu Opa tapi saya lah serketaris pribadinya.

Pandangan mata ini, lebih indah memandang puluhan anak disamping bantaran sampah sedang duduk membaca buku atau menulis. Memang bukan buku yang layak, tapi pengetahuan tingginya lah yang membuat saya sangat tercengang. Bahkan lebih tercengang dari pada melihat lelaki sebaya saya membawa mobil evolution10.
 

Saya lebih memilih untuk mengajar secara sukarela disebuah sekolah bergedung mini dengan fasilitas yang mini juga. Ketimbang saya di bayar jutaan untuk membela kesalahan. Tidak sedikit issu yang lewat difikiran orang lain bahkan teman saya sendiri. Tentang alasan mengapa saya selalu hadir disetiap pertemuan digedung yang paling dipandang oleh rakyat. Saya diundang karna mereka memerlukan saya untuk membantu membuat Negara ini maju dan kebetulan sama dengan tujuan cita-cita saya. Saya tidak menanggapi apa yang orang bilang diluar sana, karna itu hanya omongan seseorang yang juga ingin berdiri ditempat saya tapi tidak mendapatkan kesempatan itu, atau mungkin itu cara mereka bangga dengan saya haha sedikit bodoh sih memang, tapi itu lah manusia. ‘tidak bisa melihat orang lain lebih hebat dari dirinya’ dan itu sudah sangat biasa. 


Bukan karna apa kedudukan Opa saya, tapi karna Koran lah yang mengajarkan saya bagaimana saya harus menyikapi Negara ini, dan koran selalu memberi informasi kepada saya bagaimana perkembangan dunia ini. Itulah pelajaran yang lebih hebat dari sekolah. Apa disekolah diajarkan tentang bagaimana mengubah Negara? Mungki n hanya dengan poster yang ditulis dididinding sekolah “jangan membuang sampah sembarangan” dan sanyangnya tidak dihiraukan.


Saya memutuskan hubungan persahabatan saya dengan dunia glamour mungkin membuat saya kehilangan banyak teman. Tapi saya punya ratusan anak didik yang butuh senter untuk terus berjalan melawan zaman dimasa depan. cerita mereka lebih bermanfaat dari gossip dimall atau tempat elit lainnya. Tidak banyak teman bisa menghargai temannya, tapi disini saya merasa sangat dihargai karna perlakuan saya sebagai guru yang sangat mencintai mereka. Dan itu benar. Mereka tidak memberi saya hadiah mewah seperti apa yang saya dapatkan dari teman-teman saya, tapi mereka memberi saya pelajaran bagimana mensyukuri sebuah kehidupan yang cukup. 

Tiada yang lebih indah dari berbagi

No comments:

Post a Comment

huf.